Monitoring Perkuliahan Semester Genap, Kopertais Apresiasi Internasionalisasi STAIPIQ Sumatera Barat
Padang, 3 Februari 2026. Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat melaksanakan monitoring pelaksanaan perkuliahan semester genap Tahun Akademik 2025/2026 di Sekolah Tinggi Ilmu Pengembangan Al-Qur’an (STAIPIQ) Sumatera Barat, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pengawasan mutu akademik sekaligus penguatan arah internasionalisasi perguruan tinggi keagamaan Islam swasta.
Monitoring tersebut dihadiri oleh Dr. Martias, M.Ag Wakil Koordinator Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat, Muhammad Fadli, M.I.Kom Sekretaris Kopertais, Supermen, SE tim bidang akademik dan Alfiendi Bagian keuangan, serta diikuti oleh seluruh dosen tetap dan pejabat struktural di lingkungan STAIPIQ Sumatera Barat.
Dalam laporannya, Ketua STAIPIQ Sumatera Barat, Dr. Linda Suanti, memaparkan berbagai perkembangan institusi, khususnya dalam penguatan tridharma perguruan tinggi berbasis internasional. Ia menyampaikan bahwa STAIPIQ terus mendorong peningkatan kualitas akademik melalui penyelenggaraan program pascasarjana, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional, serta pengabdian kepada masyarakat pada level global.
“STAIPIQ saat ini juga telah menerima mahasiswa asing yang menimba ilmu di kampus ini. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen kami dalam membangun atmosfer akademik yang inklusif dan berwawasan global,” ungkapnya.
Selain itu, Dr. Linda Suanti juga menjelaskan kesiapan institusi dalam menghadapi proses akreditasi Program Studi Pendidikan Agama Islam (S1) dan Program Magister Pendidikan Agama Islam (S2), serta langkah-langkah strategis yang tengah disiapkan untuk transformasi kelembagaan menuju institut.
Menanggapi laporan tersebut, Sekretaris Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat menyampaikan apresiasi atas capaian dan arah pengembangan STAIPIQ Sumatera Barat. Ia menilai STAIPIQ menunjukkan kemajuan signifikan, tidak hanya dalam aspek akademik dan tata kelola, tetapi juga dalam membangun jejaring dan program internasional.
“Kehadiran mahasiswa internasional, pelaksanaan KKN dan pengabdian masyarakat di level global merupakan indikator penting internasionalisasi perguruan tinggi. Ini menjadi modal strategis STAIPIQ dalam meningkatkan daya saing dan reputasi institusi ke depan,” ujarnya.
Dalam rangkaian monitoring, tim Kopertais juga melakukan peninjauan langsung terhadap sarana dan prasarana penunjang pembelajaran, meliputi perpustakaan, ruang perkuliahan, laboratorium, serta fasilitas pendukung lainnya. Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas mendukung proses pembelajaran yang bermutu dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan monitoring ini, Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat berharap STAIPIQ Sumatera Barat dapat terus menguatkan kualitas akademik, tata kelola kelembagaan, serta internasionalisasi perguruan tinggi sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam yang berdaya saing global.